Sorong, radar91.com – Satgaswil Densus 88 Antiteror Polri wilayah Papua Barat terus mengintensifkan langkah preventif guna menangkal penyebaran paham Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme (IRT). Langkah konkret diambil dengan menggelar koordinasi strategis bersama Dinas Sosial serta Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Provinsi Papua Barat Daya, Senin (13/4/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Kantor Dinas Sosial P3A Provinsi Papua Barat Daya ini dihadiri langsung oleh Kasatgaswil Densus 88 AT Papua Barat, Kombes Pol. Gede Suardana, S.Pd., M.M., bersama Kepala Dinas Sosial dan P3A, Dr. Anace Nauw, S.H., M.H., serta Kabid PPA, Karolina Susim, S.Sos.
Fokus utama sinergi lintas instansi ini adalah memutus mata rantai radikalisasi digital yang kian masif menyasar kelompok rentan, khususnya anak-anak dan remaja.
Kombes Pol. Gede Suardana menekankan, kolaborasi ini krusial untuk membentengi generasi muda dari pengaruh konten negatif di dunia maya yang dapat memicu pemahaman menyimpang. Mengingat remaja dan anak-anak menjadi kelompok paling rawan terpapar, diperlukan pola edukasi dan pengawasan terintegrasi antara aparat dan pemerintah daerah.
Melalui langkah preventif ini, diharapkan jangkauan edukasi kepada masyarakat dapat diperluas. Sinergi ini juga bertujuan memperkuat deteksi dini serta pendampingan masyarakat, demi mewujudkan wilayah Papua Barat Daya yang aman, damai, dan bebas dari ancaman terorisme.
(Red/Rezha LDD)



Tinggalkan Balasan