Jakarta, – Langkah tegas namun humanis yang diambil Kapolda Gorontalo, Irjen Pol. Drs. Widodo, S.I.K., S.H., M.H., dalam menertibkan tambang ilegal di Kabupaten Pohuwato mendapat apresiasi luas. Hal ini ditegaskan oleh Aktivis Nasional Penggiat Perlindungan Hutan Alam sekaligus Ketua Umum Fast Respon (FRN) Counter Polri, Agus Flores.
Berdasarkan pantauan tim di lapangan serta pengakuan masyarakat setempat, saat ini tidak ada lagi alat berat (eskavator) yang berani beroperasi di kawasan tambang tersebut. Kondisi ini membuktikan efektivitas pendekatan persuasif yang dilakukan oleh pihak kepolisian.
Agus Flores, yang dikenal memiliki kedekatan dengan Kapolri dan Kabareskrim Polri, menyatakan bahwa tindakan Kapolda Gorontalo merupakan implementasi nyata dari program Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dalam memberantas tambang ilegal tanpa pandang bulu.
“Cara Kapolda Gorontalo menangani penambang patut diacungi jempol. Beliau mengedepankan pendekatan humanis dengan memerintahkan seluruh alat berat turun dan meminta para penambang mengurus izin terlebih dahulu sebelum beroperasi kembali. Ternyata, pendekatan ini direspon positif oleh para penambang,” ujar Agus Flores saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (24/3).
Dalam pengawasannya, Agus Flores membagi timnya menjadi dua bagian: satu tim melakukan pengecekan langsung ke lokasi tambang, sementara tim lainnya mewawancarai masyarakat di sekitar wilayah tambang ilegal Pohuwato. Hasilnya, warga mengakui ketegasan Kapolda lulusan Akpol 91 tersebut dalam menjaga wilayahnya.
“Langkah persuasif dan pendekatan langsung kepada masyarakat sebelum melakukan proses hukum ini seharusnya menjadi contoh bagi Kapolda lain yang memiliki wilayah usaha pertambangan di daerahnya,” tambah pengacara yang juga Ketua Umum FRN tersebut.
(Red/Rezha LDD)



Tinggalkan Balasan