Jakarta, – Jejak kehidupan Raden Kusnandar Sunyoto Hadinoto, ayah dari Raden Mas MH Agus Rugiarto Astrodiarjo SH.MH (Agus Flores), berakar dari Kompleks Residenan Besuki, Jawa Timur. Wilayah ini bukan hanya saksi masa kecilnya, melainkan juga saksi bisu pembagian wilayah sosial yang kental antara kaum Kiyai di Utara dan Priyai Ningrat di Selatan.

Raden Kusnandar lahir dari garis keturunan ningrat yang disegani. Ia merupakan cucu dari Mbah Sumo, tokoh legendaris Besuki keturunan Cakraningrat yang dikenal sakti, bertubuh tinggi besar, serta ahli tirakat. Mbah Sumo, bersama istrinya Nyai Masturah, tercatat dalam sejarah sebagai pejuang yang berani melawan Perdomen (kepengurusan) Belanda, layaknya Si Pitung dari Besuki.

Mbah Sumo memiliki anak bernama Roro Amna yang menikah dengan Raden Kusman Astrodiarjo, seorang Menteri Garam. Pernikahan dua keluarga ningrat Mojokerto-Besuki ini dikaruniai dua orang anak: Raden Kusnandar dan seorang putri yang nasibnya tragis mengalami gangguan jiwa (ODGJ) akibat konflik harta warisan.

Lari dari AKABRI demi Menjadi Arsitek

Pada tahun 1968, Raden Kusnandar dipaksa masuk AKABRI (sekarang AKMIL/AKPOL). Karena tekanan keluarga besar, ia menjalani pendidikan tersebut. Namun, hanya bertahan 6 bulan, Kusnandar memutuskan lari dari barak pendidikan.

Ia memilih jalan hidup sendiri dengan mengikuti saudara sepupunya menjadi arsitek di Kementerian PU, menangani proyek pembangunan Rumah Gubernur Sulawesi Tengah pertama. Kusnandar yang dikenal sebagai “Anak Ningrat Besuki” satu letting dengan mantan Kapolri ke-13, Jenderal Dibyo Widodo, di angkatan AKABRI ’68.

Kematian Ayah dan Prahara Harta Waris

Kisah pilu menyelimuti keluarga ini ketika Raden Kusman, sang Menteri Garam, meninggal dunia dalam kesedihan mendalam. Ia terus memikirkan Kusnandar yang berpuluh-puluh tahun menghilang tanpa kabar dan tidak pernah pamit setelah meninggalkan barak.

Absennya Kusnandar dimanfaatkan oleh adik keduanya yang menguasai seluruh harta warisan. Konflik harta ini bahkan memakan korban jiwa dan mental, di mana adik perempuan Kusnandar menjadi ODGJ, yang kemudian diangkat anaknya, Roro Endang (cucu Raden Astrodiarjo), untuk mengurus peninggalan tersebut.

Warisan Konflik yang Tak Pernah Putus

Hingga saat ini, batas antara keluarga Kiyai dan Priyai hanya dipisahkan oleh jalan raya di Besuki. Narasi konflik, permusuhan, dan perebutan tanah warisan masih terus berlanjut.

“Kalau saya ke wilayah Kiyai, yang marah Priyai, begitu juga sebaliknya. Kisah keluarga ayah saya penuh dengan sumpah warisan yang tak putus-putus sampai sekarang,” ujar Agus Flores menirukan penuturan sejarah keluarganya.

Kisah Raden Kusnandar menjadi pelajaran berharga (motivasi) bahwa hidup terbaik adalah berdiri di atas kaki sendiri, jauh dari ambisi harta yang justru bisa memecah belah persaudaraan.

(Red)