Sorong, radar91.com – Kepolisian Daerah Papua Barat Daya menggelar Apel Gelar Pasukan terpusat Operasi Lilin Dofior 2025 di Alun-Alun Aimas, Kabupaten Sorong, Sabtu (20/12/2025). Apel yang dipimpin langsung oleh Kapolda Papua Barat Daya, Brigjen Pol. Gatot Haribowo S.I.K., M.A.P., ini menandai dimulainya pengamanan intensif menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Prosesi penyematan pita tanda operasi oleh Kapolda kepada perwakilan personel menjadi simbol kesiapan penuh aparat keamanan. Operasi Lilin 2025 merupakan operasi kepolisian terpusat yang bertujuan menjamin keamanan, ketertiban, dan kenyamanan masyarakat selama masa libur panjang.

Dalam amanatnya, Kapolda Papua Barat Daya Brigjen Pol. Gatot Haribowo mengajak seluruh peserta apel untuk sejenak mendoakan para korban bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia.

“Sebelum amanat saya mulai, marilah kita menundukkan kepala sejenak untuk mendoakan saudara-saudara kita yang tengah menghadapi musibah bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” ujar Brigjen Pol. Gatot Haribowo.

Membacakan amanat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kapolda Papua Barat Daya menekankan bahwa fokus utama operasi tahun ini adalah mengamankan jalur mudik, mengantisipasi dampak cuaca ekstrem, serta memastikan keamanan di tempat ibadah dan pusat keramaian. Hal ini dilakukan agar masyarakat dapat merayakan Nataru dengan khusyuk dan aman.

Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat selama Nataru 2025 diperkirakan mencapai 119,5 juta orang, atau meningkat 7,97 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi tersebut menuntut kesiapsiagaan ekstra, mengingat adanya peringatan cuaca ekstrem dari BMKG.

“Polri bersama seluruh stakeholder menggelar Operasi Lilin 2025 selama 14 hari, terhitung mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026,” tegas Kapolda.

Secara nasional, Operasi Lilin 2025 melibatkan 146.701 personel gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, dan instansi terkait, dengan dukungan 2.903 pos pengamanan, pelayanan, dan terpadu. Khusus di wilayah Papua Barat Daya, dikerahkan 793 personel gabungan yang terdiri dari 479 personel Polri dan 314 personel dari instansi terkait. Seluruh personel akan disiagakan di berbagai titik strategis, mulai dari Pos Pengamanan (Pos Pam), Pos Pelayanan (Pos Yan), hingga Pos Terpadu.

“Pengamanan difokuskan pada 44.436 objek vital secara nasional, termasuk gereja, pusat perbelanjaan, terminal, bandara, pelabuhan, hingga lokasi wisata,” jelasnya.

Di Papua Barat Daya, pengamanan ketat diberlakukan di pintu masuk transportasi utama seperti bandara dan pelabuhan, jalur arteri, serta kawasan wisata internasional, khususnya Raja Ampat. Langkah ini diambil untuk memberikan pelayanan prima bagi wisatawan sekaligus memitigasi potensi gangguan keamanan dan dampak bencana alam.

Brigjen Pol. Gatot Haribowo juga menekankan pentingnya pengamanan Kamseltibcarlantas dan Kamtibmas melalui rekayasa lalu lintas di titik rawan, sterilisasi tempat ibadah, serta pengawasan stabilitas pangan dan BBM. Ia meminta jajarannya memaksimalkan layanan darurat Kepolisian 110 sebagai sarana utama bantuan masyarakat.

Menutup amanatnya, Kapolda menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang terlibat. “Keberhasilan pengamanan Nataru adalah tanggung jawab bersama. Tingkatkan soliditas, jaga kesehatan, dan jadikan tugas ini sebagai ladang ibadah. Selamat Natal 2025 dan Tahun Baru 2026,” pungkasnya.

(Red/Rezha LDD)