Riau, radar91.com – Kapolri Jenderal Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo M.Si., bersama Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto), meninjau lahan konservasi di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Riau, pada Selasa (17/3). Kunjungan ini bertujuan memastikan pemulihan kawasan hutan sebagai habitat alami Gajah Sumatera berjalan aman dan lancar.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolri menegaskan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut dari atensi Presiden Prabowo Subianto untuk melindungi populasi Gajah Sumatera yang kian terancam. Berdasarkan data Dinas Kehutanan Riau, habitat gajah saat ini sangat terbatas, sehingga ruang hidup satwa dilindungi tersebut harus segera dikembalikan.

“Tadi disampaikan oleh Dinas Kehutanan Riau bahwa saat ini kawasan gajah yang populasinya sudah sangat sedikit ini tentunya harus diberikan habitatnya kembali, ruangnya kembali,” ujar Kapolri dalam konferensi pers.

Ia menambahkan bahwa pemerintah menargetkan pemulihan lahan seluas 81 ribu hektar di kawasan Tesso Nilo untuk dijadikan area konservasi permanen.

Di sisi lain, Jenderal Pol. Listyo Sigit juga mengapresiasi gerak cepat Polda Riau dalam mengungkap kasus kematian gajah dan pencurian gading yang terjadi beberapa waktu lalu. Ia menginstruksikan tindakan hukum yang tegas demi menjaga kelestarian populasi yang tersisa.

“Tolong dilakukan tindakan tegas sehingga populasi gajah yang tinggal sedikit ini betul-betul bisa tetap terjaga dan lestari dan kemudian wilayah konservasinya juga kemudian sesuai dengan populasi gajah sehingga bisa berkembang,” tegasnya.

Senada dengan Kapolri, Titiek juga mendorong upaya pemulihan kawasan Tesso Nilo sesuai fungsinya sebagai Taman Nasional untuk menjadi area konservasi flora dan fauna.

“Karena kepedulian yang tinggi dari Presiden Prabowo, Taman Nasional Tesso Nilo ini harus dikembalikan pada fungsinya sebagai taman nasional, utamanya adalah sebagai habitat dari gajah-gajah yang harus kita lindungi,” jelasnya.

Titiek berpesan agar pemindahan masyarakat yang sudah berada di kawasan Tesso Nilo dilakukan dengan baik dan tidak menggunakan kekerasan. Ia meminta agar disiapkan area relokasi dipersiapkan terlebih dahulu sebelum memindahkan masyarakat.

“Jangan belum apa-apa sudah diusir-usir. Jadi kita sama-sama menjaga kelestarian daripada taman nasional ini juga masyarakat yang tinggal di dalamnya,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia juga mendorong Kementerian Kehutanan (Kemenhut) untuk menggandeng Mabes Polri terkait upaya penjagaan kawasan Taman Nasional Tesso Nilo. Pasalnya, kata dia, rasio personel untuk menjaga Tesso Nilo masih jauh dari kata cukup.

“Ini luasnya 81.000 (hektar) sedangkan polisi hutan hanya di sini berapa? 23 (orang). Bagaimana bisa mengawasi luas sebegitu luasnya? Mungkin bisa minta bantuan Pak Kapolri, bisa menugaskan Pak Kapolda bagaimana supaya ikut mengawasi menjaga kelestarian daripada taman nasional ini,” pungkasnya.

(Red/Rezha LDD)