Jakarta, – Ternyata mantan mahasiwa Universitas Tadulako Sulawesi Tengah, banyak mengukir sejarah dalam karya tulis ilmiah. Kali ini ketua kreatif karya ilmiah Sulteng R.Mas MH Agus Rugiarto SH atau Agus Flores, menawarkan kepada Kapolri agar ilmu kuliahnya diterapkan di institusi Kepolisian.

Agus mengusulkan penerapan sistem reorganisasi guna memisahkan antara polisi yang berprestasi secara intelektual dengan oknum yang hanya mengandalkan koneksi atau jaringan. Menurutnya, langkah ini krusial untuk memperbaiki kualitas institusi secara menyeluruh.

“Ini harus diubah. Kalau tidak, kepolisian akan jalan di tempat. Harus dipisahkan ‘alineanya’, mana alinea pertama (yang cerdas) dan alinea kedua (yang tidak),” ujar Agus Flores kepada media Tempo Utama, Senin (22/12).

Lebih lanjut, Agus menyoroti kinerja Staf Sumber Daya Manusia (SSDM) Polri yang dinilainya masih memerlukan pembenahan serius. Ia mengklaim bahwa proses pengkaderan anggota saat ini masih dibayangi oleh praktik kepentingan tertentu.

“Program SSDM Polri saat ini masih agak kacau. Proses pengkaderan anggota lebih banyak didasarkan pada kepentingan dan sistem penitipan,” pungkasnya.