Jakarta, radar91.com – Rapat internal Perkumpulan Wartawan Fast Respon Nusantara (FRN) yang digelar pada Sabtu (20/12/2025) berlangsung cukup dinamis. Pertemuan yang dihadiri oleh sejumlah pengacara serta wartawan dari wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat ini menyoroti berbagai isu krusial terkait kinerja kepolisian di lapangan.

Dalam rapat yang berlangsung dari pukul 13.40 hingga 21.00 WIB tersebut, para peserta memberikan berbagai masukan. Fokus utama pembahasan meliputi penanganan kasus yang dinilai lamban (slow respon), kinerja oknum kepolisian di lapangan, hingga sorotan terhadap pejabat tinggi berpangkat Jenderal Bintang Tiga di TNI. Di sisi lain, forum juga mengapresiasi kemajuan sistem pelaporan Propam melalui layanan Barcode yang dinilai sudah cukup efektif.

Pada prinsipnya Ketua Umum Fast Respon Nusantara, Agus Flores, menyatakan setuju dengan usulan rekan-rekan pengurus.

Bahkan ada beberapa Anggota mengatakan,
“Mau jadi hitam atau putih pemberitaannya, itu tergantung dari Ketum,” ujar beberapa pengurus yang hadir.

Menanggapi dinamika tersebut, Ketua Umum PW FRN, R. Mas MH Agus Rugiarto SH, atau yang akrab disapa Agus Flores, menekankan pentingnya menjaga keseimbangan dalam pemberitaan. Ia menginstruksikan seluruh pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) se-Indonesia untuk mengedepankan prosedur klarifikasi sebelum mempublikasikan berita terkait kinerja kepolisian.

“Besok saya perintahkan Sekjen untuk bersurat ke seluruh DPW se-Indonesia. Intinya, jika ada temuan masalah di lapangan, surati pihak kepolisian terlebih dahulu untuk konfirmasi. Hal ini penting agar pemberitaan tidak berat sebelah dan tetap menjaga marwah institusi Polri,” tegas Agus Flores.

Lebih lanjut, Agus Flores menjelaskan kebijakan strategis organisasi. Ia meminta agar porsi kritik terhadap Polri tetap dilakukan secara proporsional.

“Kritik itu perlu, tapi cukup 20 persen saja. Selebihnya, sebanyak 80 persen, fokuslah menyampaikan informasi dan berita positif mengenai Polri kepada masyarakat. Saat ini, arah organisasi FRN lebih cenderung menjaga marwah institusi,” tambahnya.

Menurutnya, pada masa dulu Agus Flores sangat dekat dengan pejabat Polri, karena tukang kritik.”Namun, seiring berjalannya waktu, sikap tersebut tidak lagi relevan, mengingat organisasi FRN lebih memprioritaskan untuk menjaga kehormatan Polri,” tegasnya.

Agus Flores juga berkomitmen untuk menampung seluruh keluhan wartawan dari berbagai daerah untuk dikoordinasikan langsung kepada Kapolda, baik melalui komunikasi telepon maupun surat resmi dengan bahasa hukum yang tepat.

“Semua aspirasi wartawan se-Indonesia saya tampung. Saya akan berkoordinasi langsung dengan pihak-pihak bersangkutan untuk mencari solusi terbaik,” pungkasnya saat menutup rapat.

(Red)