Jakarta, radar91.com – Hari pertama pelaksanaan Operasi Zebra 2025 di seluruh Indonesia dilaporkan berjalan stabil dan terkendali. Menanggapi hal tersebut, Kakorlantas Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho S.H., M.Hum., menekankan bahwa operasi ini merupakan momentum penting untuk menciptakan keselamatan jalan, khususnya menjelang peningkatan aktivitas masyarakat saat libur Natal dan Tahun Baru. Selasa (18/11/2025).

Tujuan utama Operasi Zebra 2025, sesuai arahan Kapolri Jenderal Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo M.Si., adalah untuk menciptakan keselamatan di jalan menjelang libur Natal dan Tahun Baru, dengan fokus pada pendekatan edukasi, pengawasan, serta penegakan hukum berbasis data.

Irjen Pol. Agus Suryonugroho menjelaskan selama pelaksanaan Operasi Zebra tahun ini menitikberatkan pada aspek edukasi, pengawasan, dan penegakan hukum berbasis data, dengan prioritas utama menjaga keselamatan masyarakat.

“Indikator keberhasilan operasi ini tidak terletak pada banyaknya jumlah penindakan, melainkan pada kemampuan kita untuk menurunkan angka kecelakaan dan fatalitas di jalan raya,” ujar Kakorlantas.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Irjen Pol. Agus Suryonugroho menyampaikan kepada seluruh jajaran Polantas untuk menggencarkan kegiatan preemtif (edukasi) dengan pendekatan yang ramah dan persuasif.

Hingga hari pertama, tercatat 3.934 kegiatan imbauan langsung telah dilaksanakan di berbagai lokasi strategis seperti sekolah, kampus, pusat perbelanjaan, hingga kawasan industri. Dalam upaya masif ini, sebanyak 83.080 leaflet dan stiker keselamatan juga disebarkan, memuat pesan penting mengenai etika berkendara, kewajiban penggunaan helm, dan kewaspadaan terhadap kecepatan.

Edukasi juga diperluas melalui ruang digital dengan 50.797 publikasi di media sosial, menjangkau generasi muda sebagai salah satu kelompok rentan.

Dalam upaya menjaga objektivitas penegakan hukum, Korlantas memanfaatkan teknologi sistem tilang elektronik (ETLE) yang mendokumentasikan total 11.690 pelanggaran (6.753 oleh ETLE statis dan 4.937 oleh ETLE mobile). Selain itu, 21.145 teguran langsung juga diberikan sebagai langkah pembinaan untuk mendorong perubahan perilaku pengendara.

Kakorlantas menekankan bahwa perilaku berkendara masih menjadi faktor dominan yang mempengaruhi keselamatan. Oleh karena itu, edukasi dan pengawasan tetap menjadi prioritas utama.

Di hari pertama Operasi Zebra juga mencatat 46 kejadian kecelakaan lalu lintas, dengan empat korban meninggal dunia. Mayoritas kecelakaan terjadi di ruas non tol dan dipicu oleh faktor manusia seperti kurangnya kewaspadaan dan kecepatan yang tidak sesuai. Kakorlantas menginstruksikan jajaran agar setiap kejadian kecelakaan dipetakan secara teliti, memastikan fokus pengawasan diarahkan ke lokasi yang paling beresiko.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung jalannya Operasi Zebra 2025 dengan menaati peraturan lalu lintas dan mengutamakan keselamatan saat berkendara. Keselamatan adalah hasil kerja bersama antara aparat dan masyarakat,” tutup Irjen Pol. Agus Suryonugroho.

(Red/Rezha LDD)