Padang, radar91.com – Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, menegaskan komitmen penuh jajarannya dalam membantu masyarakat mengatasi krisis air bersih pascabencana. Dalam rapat koordinasi bersama Forkopimda dan instansi terkait, Kapolda menyatakan kesiapannya untuk membangun hingga 300 titik air bersih di wilayah terdampak jika diperlukan.

“Kita prioritaskan kebutuhan masyarakat yang paling mendesak. Jangankan 150, kalau perlu saya kasih 300 titik!” tegas Irjen Pol Gatot Tri Suryanta dengan penuh semangat saat meninjau lokasi terdampak.

Program penyediaan air bersih ini difokuskan pada lima wilayah yang mengalami dampak paling parah, yakni Kabupaten Padang Pariaman, Kota Padang, Kota Padang Panjang, Kabupaten Agam, dan Kota Solok. Langkah konkret ini diambil menyusul terjadinya bencana banjir bandang yang melumpuhkan akses air bersih di sejumlah titik tersebut.

Dalam pelaksanaannya, Polda Sumbar bersinergi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) V. Polda Sumbar telah menyiapkan seluruh sarana pendukung mulai dari tandon air, rangka besi, hingga mesin pompa. Sementara itu, pihak BWS V bertanggung jawab dalam proses pengeboran sumur bor.

“Kami sudah siapkan tandon air, kerangka, dan pompanya. Balai Sungai sanggup mengebor 150 titik. Semakin cepat (proses izin lokasi) diberikan, semakin bagus agar tim kami bisa segera mengecek lapangan,” ujar Kapolda.

Peninjauan lapangan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Bupati Padang Pariaman, Kepala BWS V, serta Pelaksana Tugas (Kalaksa) BPBD Sumbar. Sinergi lintas instansi ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan infrastruktur vital bagi masyarakat.

Irjen Pol Gatot berharap program ini tidak hanya menjadi solusi jangka pendek di masa tanggap darurat, tetapi juga memberikan manfaat berkelanjutan bagi warga.

“Kami harap program ini dapat memberikan manfaat jangka panjang, sehingga kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi secara berkelanjutan meskipun masa pemulihan bencana telah usai,” pungkasnya.

Pembangunan 150 hingga 300 titik air bersih ini menjadi salah satu langkah konkret dalam mendukung pemulihan pascabencana di Sumatera Barat, khususnya setelah terjadinya banjir dan longsor yang melumpuhkan akses air bersih di sejumlah wilayah.

(Red/Rezha LDD)