Jakarta, radar91.com – Pertemuan Pengurus Perkumpulan Wartawan Fast Respon (PW FRN) Kepri Batam, dengan Ketum FRN Agus Flores di Hotel Aston Batam, Rabu (22/10) selain membahas organisasi, dan pembentukan Tim Investigasi Bantu Negara dan Menkeu Purbaya, juga menerima curhatan wartawan batas.
Agus pun mengatakan akan melakukan inspeksi mendadak ke 11 lokasi dan kegiatan ini akan diliput oleh sejumlah wartawan.
“Katanya sih program Presiden Prabowo tidak akan berefek di wilayah Batam, coba nanti liat seberapa jagonya mereka disini,” tegasnya.
Agus pun mengatakan, “persetan dengan oknum bermain disini, yang penting saya bersahabat dengan istana Kabinet Merah Putih, Kapolri, Kabareskrim maupun Propam Polri, kalau oknum bawahnya main saya sikat semua tanpa terkecuali”.
Agus pun mengatakan dunia aktivis keras-keras sudah sempat dilalui, terakhir berantem di wilayah Sulteng, demi untuk penegakan hukum dan pro program Presiden Prabowo.
“Saya ngak peduli dibilang apa?, yang penting dapat oknum, akan saya lapor ke Kapolri, Kabareskrim dan Propam Polri,” ujarnya.
Agus pun mengatakan di 11 lokasi di Batam tersebut, akan disidak Ketum FRN.
Lokasi apa semua itu, ?
* Tambang ilegal: Penggalian mineral tanpa izin yang merusak lingkungan dan merugikan keuangan negara.
* Cukai dan produk ilegal: Penyelundupan atau pemalsuan barang, seperti rokok, minuman keras, atau barang impor yang tidak membayar pajak dan cukai yang seharusnya.
* Aplosan: Pemalsuan atau pengoplosan produk dengan bahan lain yang tidak sesuai standar.
* Kawasan hutan: Perusakan atau penggunaan kawasan hutan secara ilegal, seperti pembalakan liar atau perambahan hutan untuk perkebunan tanpa izin.
(Red)



Tinggalkan Balasan