Jakarta, – Ketua Umum Perkumpulan Fast Respon Counter Polri (PW FRN), Agus Flores, menegaskan bahwa fitnah keji di media sosial sudah menjadi hal biasa yang menyasar para pemimpin negara. Hal ini disampaikan menanggapi maraknya serangan opini negatif terhadap Presiden ke-7 Joko Widodo, Presiden Prabowo Subianto, hingga Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si.

Agus mengingatkan bahwa mayoritas konten di media sosial saat ini penuh dengan tipu daya. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat untuk lebih cerdas dalam menyaring informasi digital.

“Dunia sekarang kebanyakan medsos tipu-tipu. Saya berharap masyarakat lebih cerdas menonton medsos,” ujar Agus Flores, Jumat (19/6/2026).

Secara khusus, Agus Flores mengimbau para wartawan agar tidak terpancing oleh isu murahan yang menyerang pribadi keluarga Kapolri. Ia menilai gerakan akun-akun palsu tersebut sengaja dirancang untuk menggiring opini demi menjatuhkan martabat pimpinan tertinggi Polri tersebut.

Bagi Agus Flores, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo telah memberikan dedikasi terbaik untuk rakyat Indonesia tanpa kenal lelah. Agus pun mengecam keras para pemilik akun palsu yang dinilainya tidak berani memunculkan identitas asli mereka.

“Yang menggunakan akun palsu di medsos menyerang pribadi Kapolri, sama halnya ‘keledai, banci’ tak mau menampakkan wajahnya. Kalau berani, jentelmen lah,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Agus Flores mengajak semua pihak untuk menjalani hidup yang lebih positif. Ia menekankan, jika ada ketidakpuasan, sebaiknya disampaikan secara terbuka dan jantan, bukan bersembunyi di balik akun palsu.

(Red/Rezha LDD)