Jakarta, – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu Jaya (GRIB Jaya), Rosario de Marshall alias Hercules, membantah tudingan telah menyekap dan menodongkan pistol kepada F (33), putri dari penulis Ahmad Bahar.
Dalam konferensi pers di Markas GRIB Jaya pada Minggu (24/5/2026), Hercules menegaskan bahwa tuduhan kekerasan tersebut adalah fitnah. Ia menjelaskan bahwa penjemputan F murni dilakukan untuk meminta klarifikasi terkait pesan teror yang masuk ke ponsel istrinya, Nia.
Dugaan Penghinaan dan Tantangan di WhatsApp
Perselisihan ini berawal dari ketegangan di media sosial. Ahmad Bahar membuat konten video di TikTok yang membela tokoh politik Amien Rais, yang dinilai menyudutkan dan merugikan nama baik Hercules.
Situasi memuncak saat istri Hercules menerima pesan singkat berisi hinaan, ancaman, serta video tantangan debat dari nomor WhatsApp milik F. Pengirim pesan juga menantang Hercules dan seluruh anggota GRIB Jaya untuk mendatangi sebuah alamat di kawasan Depok, Jawa Barat.
Merespons tantangan tersebut, Hercules yang sedang dalam perjalanan dari Indramayu menuju Jakarta mengutus anggotanya untuk mengecek lokasi. Namun, saat anggota GRIB Jaya tiba di rumah tersebut, Ahmad Bahar tidak ada di tempat. Di kediaman itu hanya ada istri dan anak perempuannya, F.
Karena pesan bernada teror tersebut dikirim menggunakan nomor ponsel milik F, anggota GRIB Jaya kemudian membawa F ke markas mereka untuk dimintai keterangan. Di sisi lain, Ahmad Bahar mengklaim bahwa saat pesan-pesan tersebut terkirim, akun WhatsApp putrinya telah diretas oleh orang tak dikenal.
Bantahan Penyekapan dan Todongan Senjata
Hercules memastikan proses penjemputan dan pemeriksaan F berjalan humanis serta disaksikan oleh pengurus lingkungan setempat.
“Mengenai tuduhan bahwa kerudungnya dipaksa dibuka atau ditodong senjata api, itu semua adalah fitnah. Ada saksi mata, yaitu Pak RW. Anak itu kami perlakukan dengan baik. Di sini ada lima anggota GRIB perempuan yang menemani,” tegas Hercules, Minggu (24/5/2026).
Hercules menambahkan, saat berada di markas, F mengaku sedang flu dan sakit kepala. Anggota GRIB Jaya langsung memberikan makanan serta obat-obatan. Setelah proses klarifikasi selesai, Hercules meminta anggotanya mengantarkan F ke Polres Metro Depok untuk menemui Ahmad Bahar yang sudah menunggu di sana.
Bingung Kasus Kembali Mencuat
Hercules mengaku terkejut dan bingung dengan munculnya narasi penyekapan di media massa. Menurutnya, perselisihan tersebut seharusnya sudah selesai karena kedua belah pihak telah melakukan mediasi di kantor polisi.
Pihak GRIB Jaya menyayangkan sikap pihak Ahmad Bahar yang tiba-tiba memberikan pernyataan sepihak kepada media dan menuduh adanya penyekapan hingga penodongan senjata tajam.
(Red/Rezha LDD)



Tinggalkan Balasan