Raja Ampat, – Ratusan demonstran yang tergabung dalam gabungan ojek pangkalan (opang) dan pengemudi Rental mobil lokal menggelar aksi unjuk rasa damai di depan Kantor Bupati Kabupaten Raja Ampat, Rabu (13/5/2026). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk penolakan tegas terhadap beroperasinya transportasi online Maxim di wilayah Kabupaten Raja Ampat, khususnya Kota Waisai.

Massa tersebut menuntut penolakan kehadiran transportasi online Maxim karena dinilai merugikan pendapatan ojek konvensional lokal.

Untuk memastikan situasi tetap kondusif, Polres Raja Ampat menerjunkan 50 personel gabungan guna mengawal jalannya aksi. Personel yang dilibatkan terdiri dari satu pleton Dalmas, fungsi Binmas, Intelkam, Polsek, dan Patmor.

Pengamanan aksi tersebut dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Raja Ampat, AKP Aleman Miginsubu, S.H., didampingi Kaset Ops AKP Rahman Usman, Kasat Sabhara Iptu Habel Yan Rumbrapuk, dan Kasat Binmas Iptu Sahdun.

Kapolres Raja Ampat AKBP Jems Oktavianus Tegai S.H., menegaskan bahwa kehadiran Polri bertujuan untuk menjaga keamanan, ketertiban, serta memastikan hak warga negara dalam menyampaikan pendapat di muka umum dapat berjalan dengan aman dan tertib. Ia juga mengajak massa aksi untuk tetap sopan dalam menyampaikan aspirasi.

“Kami memastikan hak warga negara dalam menyampaikan pendapat di muka umum dapat berjalan dengan aman, tertib, dan nyaman. Kami juga mengajak massa aksi agar melakukan demo dengan sopan,” ujarnya.

Aksi demo berjalan aman dan tertib hingga selesai. Setelah dilakukan negosiasi, Kasatpol PP Kabupaten Raja Ampat akhirnya menerima 15 orang perwakilan dari Persatuan Ojek Kabupaten Raja Ampat untuk masuk ke dalam gedung kantor Bupati guna menyampaikan aspirasi secara langsung.

(Red/Rezha LDD)