Jakarta, – Kedekatan Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon Nusantara (PW-FRN), Agus Flores, dengan jajaran elit Bareskrim Polri menjadi sorotan, terutama interaksi intensifnya saat Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dirtipiter) Bareskrim Polri dijabat oleh Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H., sekitar tahun 2021 lalu.
Berdasarkan pantauan, Agus Flores kala itu kerap menjalin komunikasi intensif dan leluasa beraktivitas di lantai 8 Bareskrim Polri, tempat Dirtipiter berkantor. Hubungan karib ini ternyata terjalin jauh sebelum keduanya berada di lingkungan Mabes Polri, berakar dari nostalgia masa lalu antara seorang aktivis dan aparat.
Ikatan emosional yang terjalin sejak lama ini terbukti menjadi “amunisi” bagi Agus Flores dalam menyuarakan pemberantasan tambang ilegal, sebuah isu keras yang menjadi fokus utama di masa jabatan Irjen Pol. Pipit Rismanto.
Rekam Jejak Panjang (Nostalgia Brimob-Aktivis)
Hubungan keduanya terjalin jauh sebelum berada di lingkungan Bareskrim. Agus Flores, yang dikenal sebagai aktivis HMI berdarah Soekarnois, kerap berbenturan dengan situasi lapangan pada masa 97-98, termasuk aksi menduduki Gedung PDI Suryadi. Sementara itu, Irjen Pol. Pipit Rismanto merupakan sosok Komandan Batalion (Danton) Brimob Mamboro, Palu, Sulawesi Tengah.
“Pertemuan lain dengan Dirtipiter Mabes Polri, hanya membahas nostalgia saat Brigjen Pol Pipit Rismanto saat bertugas di Brimob Polda Sulteng di tahun 1998,” tulis media yang menyoroti pertemuan mereka.
Sinergi Penindakan Tambang
Dukungan Agus Flores terhadap penindakan tambang ilegal bukan tanpa dasar. Agus konsisten mendukung langkah tegas Bareskrim Polri di bawah arahan Irjen Pol. Pipit Rismanto, termasuk dalam penanganan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI).
Meskipun saat ini keduanya menempuh jalan masing-masing terlebih Irjen Pol. Pipit Rismanto telah mengemban amanah sebagai Kapolda Jawa Barat per Mei 2026 sinergi dan dukungan terhadap kinerja Polri terus berlanjut melalui PW-FRN.
Kedekatan Agus Flores dengan elit Polri, mulai dari lantai 8 hingga lantai 17 Bareskrim, diakui sebagai salah satu jembatan komunikasi antara masyarakat dan aparat dalam merespons cepat kasus-kasus berisiko tinggi.
(Red/Rezha LDD)



Tinggalkan Balasan