Sorong, – Keluhan terkait manajemen waktu operasional di Bandara Domine Eduard Osok (DEO) Sorong mencuat setelah sejumlah penumpang merasa dirugikan oleh keterlambatan petugas Bandara. Senin (23/3/2026).
Salah satu penumpang yang enggan disebutkan identitasnya mengungkapkan kekecewaannya lantaran gerbang bandara terpantau masih tertutup hingga pukul 04.30 WIT. Padahal, jadwal penerbangan perdana dimulai pukul 06.00 WIT. Menurutnya, petugas bandara baru tampak hadir di lokasi sekitar pukul 05.30 WIT.
“Seharusnya petugas sudah siap sejak pukul 03.00 WIT. Akibat keterlambatan ini, kami harus mengantre panjang mulai dari pintu masuk hingga area check-in. Padahal kami datang lebih awal agar bisa lebih santai di ruang tunggu,” keluh penumpang tersebut.
Ia juga menyayangkan sikap petugas yang justru mengingatkan penumpang agar tidak terlambat setelah proses check-in selesai. “Ironisnya, setelah kami mengantre lama, petugas malah mengingatkan kami jangan terlambat. Seharusnya manajemen waktu pegawai yang ditingkatkan. Di bandara lain tidak seperti ini,” tambahnya.
Kondisi ini menyebabkan penumpukan antrean yang memaksa penumpang terburu-buru menuju gerbang keberangkatan. Kejadian ini bahkan sempat menarik perhatian sejumlah wisatawan mancanegara yang turut merasa heran dengan ketidaksiapan prosedur pelayanan di lapangan.
Sebagai bandara kelas internasional, operasional Bandara Domine Eduard Osok (DEO) Sorong seharusnya mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan No. PM 41 Tahun 2023. Aturan tersebut mewajibkan setiap bandara menetapkan Maklumat Pelayanan yang berisi pernyataan kesanggupan melaksanakan pelayanan sesuai standar yang ditetapkan.
Para pengguna jasa berharap pihak manajemen Bandara DEO segera mengevaluasi jadwal kehadiran staf. Hal ini penting dilakukan guna memastikan standar pelayanan minimal, yakni kesiapan petugas dua jam sebelum keberangkatan, dapat terpenuhi demi kenyamanan dan ketertiban penumpang.
(Red)



Tinggalkan Balasan