Jakarta, radar91.com – Mabes Polri resmi memulai persiapan pengamanan arus mudik Idul Fitri 1447 H melalui Operasi Ketupat 2026. Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri memastikan pengawasan jalur mudik tahun ini akan diperketat dengan dukungan teknologi digital mutakhir guna menjamin kenyamanan masyarakat.

Kakorlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, menegaskan bahwa kunci kesuksesan pengamanan tahun ini terletak pada kolaborasi lintas sektoral dan penggunaan data presisi. Hal tersebut disampaikannya usai mendampingi Wakapolri Komjen Pol Prof. Dr. Dedy Prasetyo dalam konferensi pers di Kantor Staf Presiden (KSP), Jakarta, Rabu (11/3/2026).

“Operasi Ketupat 2026 adalah operasi kemanusiaan. Bapak Kapolri telah menetapkan tagline ‘Mudik Aman, Keluarga Bahagia’,” ujar Irjen Pol. Agus Suryonugroho  di hadapan awak media.

Target Tekan Angka Kecelakaan

Polri menetapkan standar tinggi pada musim mudik kali ini. Merujuk data tahun 2025, angka kecelakaan berhasil ditekan hingga 31 persen, sementara tingkat fatalitas korban meninggal dunia merosot tajam sebanyak 50 persen. Kakorlantas optimis pencapaian ini dapat ditingkatkan atau setidaknya dipertahankan.

Menurutnya, negara harus hadir menjamin momentum spiritual Lebaran tetap kondusif, baik dari sisi Pemeliharaan Keamanan Ketertiban Masyarakat (Harkamtibmas) maupun kelancaran arus lalu lintas.

“Operasi Ketupat bukan sekadar soal jalan raya. Negara hadir memastikan keamanan sosial dan spiritual masyarakat terjaga,” tegasnya.

Teknologi ‘Traffic Counting’ Jadi Senjata Baru

Ada yang berbeda dalam penanganan arus mudik 2026. Polri kini mengandalkan teknologi digital sepenuhnya untuk memantau pergerakan kendaraan secara real-time. Data dari traffic counting akan menjadi basis utama dalam pengambilan keputusan di lapangan.

“Kami menggunakan teknologi digital untuk memantau arus melalui traffic counting. Parameter jumlah kendaraan itulah yang menjadi dasar mutlak untuk memutuskan kapan rekayasa lalu lintas, seperti one way atau contraflow, harus diterapkan,” jelas Kakorlantas.

Langkah ini diambil untuk menghindari spekulasi dalam penerapan rekayasa jalur, sehingga kemacetan parah di titik-titik krusial dapat diantisipasi lebih dini.

Peringatan Khusus Jalur Bali (Nyepi 2026)

Selain fokus pada jalur Jawa dan Sumatera, Kakorlantas memberikan peringatan khusus bagi pemudik tujuan Pulau Dewata. Mengingat Hari Raya Nyepi jatuh pada 19 Maret 2026, akan ada penyesuaian jadwal penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk dan Ketapang.

“Pengaturan ini sudah dituangkan dalam Surat Edaran Gubernur dan telah disosialisasikan. Kami mengimbau masyarakat untuk menyesuaikan jadwal perjalanan agar tidak terjebak antrean di pelabuhan,” pungkasnya.

Turut hadir dalam konferensi pers tersebut sejumlah pejabat tinggi, di antaranya Kepala Staf Presiden (KSP) M. Qodari, Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), serta Menko PMK Pratikno.

(Red/Rezha LDD)